Potensi Kerugian Jika Tidak Memiliki Sertifikat ISO
Di era globalisasi ini kita semakin melihat bahwa batas-batas menjadi semakin tipis. contohnya adalah perdagangan bebas. sekarang perusahaan sudah jauh lebih mudah untuk berekspansi menjual produknya ke berbagai negara. hal ini juga semakin berkembang dengan para importir yang bisa mengimpor produk dari mana saja untuk dapat bersaing dengan produk lokal. hal ini membuat persaingan menjadi semakin ketat Belum lagi akses keterbukaan informasi yang semakin luas dengan adanya internet dan sosial media yang membuat tuntutan yang tinggi dari konsumen.
Maka para pelaku bisnis juga dituntut untuk berinovasi dan mengantisipasi perubahan zaman ini. Salah satunya dengan mensertifikasi perusahaan dan produknya dengan sertifikat ISO. Kini sertifikat ISO bagaikan hal yang wajib untuk dimiliki di tengah persaingan global saat ini. Lantas apa jadinya jika perusahaan belum juga memiliki sertifikat ISO? Pada artikel ini akan kami bahas apa saja kerugian yang dialami jika perusahaan belum memiliki sertifikat ISO.
Sulit Bersaing Dengan Kompetitor
Ditengah persaingan global yang ketat banyak dai kompetitor yang membuat inovasi untuk dapat bersaing. Saat ini hampir bisa dipastikan para kompetitor yang bermain di pasar global sudah memiliki sertifikat ISO yang menjadi bukti jaminan akan kualitas produknya. Maka jika perusahaan Anda belum memiliki sertifikat ISO akan menjadi batu ganjalan untuk dapat bersaing dengan kompetitor.
Diragukan Pelanggan
Belum dimilikinya sertifikat ISO akan membuat pelanggan menjadi meragukan akan kualitas produk kita. Sekalipun produk kita bagus, namun diperlukan validasi untuk membuktikannya. Salah satunya dengan sertifikat ISO. Apalagi diera keterbukaan informasi seperti sekarang ini membuat konsumen semakin kritis dan cerdas akan hal ini.
Sulit Mendapatkan Investor
Untuk dapat berekspansi, dan berinovasi pastinya dibutuhkan tambahan modal untuk melakukannya. Maka perusahaan membutuhkan investor yang akan menyediakan dana untuk berkembang. Investor dalam menyalurkan uangnya tentunya tidak sembarangan. Mereka akan melakukan kajian mendalam dan ketat sebelum menyalurkan dana investasinya. Salah satu pertimbangan investor dalam kepemilikan sertifikat ISO. Perusahaan yang belum memiliki sertifikat ISO akan membuat investor ragu untuk mau menyalurkan dananya ke perusahaan tersebut.
Sulit Untuk Bekerjasama
Selain mencari tambahan modal melalui investor, perusahaan dalam berinovasi dan berekspansi juga banyak melakukan kerjasama atau kolaborasi bisnis dengan perusahaan lain. Untuk melakukan hal itu diperlukan kepercayaan satu sama lain antar perusahaan yang akan menjalin kerjasama. Salah satu aspek yang menimbulkan kepercayaan dari pihak luar adalah sertifikat ISO. Perusahaan yang belum memiliki sertifikat ISO akan sulit mendapatkan kepercayaan dari pihak yang berpotensi menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Sulit Menembus Pasar Di Suatu Negara
Tiap-tiap negara memiliki regulasi masing-masing mengenai produk yang akan dijual didalam negaranya. Regulasi ini bertujuan untuk melindungi industri dalam negerinya serta juga konsumen di negara tersebut. Regulasi yang dibuat pada umumnya tidak hanya menyesuaikan dengan kondisi di alam negaranya tetapi juga mengambil referensi dari ISO. Oleh karena itu kepemilikan sertifikat ISO oleh suatu perusahaan akan membantu perusahaan tersebut untuk memenuhi standar regulasi di negara yang dituju. Maka jika belum memiliki sertifikat ISO perusahaan akan sulit masuk atau bahkan ditolak produksi untuk dapat dijual di negara yang dituju.
Kesimpulan
Kepemilikan sertifikat ISO di era globalisasi saat ini sudah merupakan kebutuhan pokok. Memahami tingkat potensi kerugian jika suatu perusahaan belum memiliki sertifikat ISO akan sulit bersaing dan bukan tidak mungkin akan kalah bahkan di pasar domestik sendiri. Untuk itu kini saat perusahaan untuk memulai melakukan sertifikasi ISO secara bertahap. Untuk itu kini Jasa Konsultan ISO Profesional dan Terakreditasi hadir untuk membantu Anda bisa mengantongi sertifikat ISO.

